Mohon Maaf apabila apa yang saya tampilkan dalam keadaan apa adanya saya usahakan tampil sederhana demi perubahan yang sederhana. Maka saya memulainya dengan cara sederhana

Selasa, 24 Maret 2015

Kita Pernah Begitu Dekat

Kita begitu sangat dekat,.bahkan teramat dekat. Bukankah demikian…? 
Sahabat...!..Kita memang sangat dekat.
Seperti udara yang kita hirup, dan seperti air yang kita minum.
Bahkan kedekatan kita, selalu menimbulkan rasa iri dan cemburu bagi insan lain.

Kita sangat dekat,…
Namun sangat disayangkan, kalau engkau terlalu cepat pergi
Sebelum kedekatan kita membuahkan sesuatu Seperti yang kita harapkan bersama.

Sahabat…!..Perasaan cinta yang kita renda saban hari, Akhirnya gugur perlahan namun pasti sarupa daun kering yang berserakan di sepanjang  jalan adisucipto.
Aku paham,..itu bukan salahmu ataupun salahku, bahkan bukan karena takdir.
Tapi aku takut, bila jalan adisucipto yang rindang  dengan hijaunya pohon gamaline yang berjajar itu juga teringat akan kita, kalau kita pernah berteduh dibawahnya sambil berkhayal tentang kokohnya ikatan CINTA kita.

Kita teramat dekat….Sangat dekat Sayang..!!
Tapi mana tahu, kita hanya bisa pandai berkhayal tapi tak sanggup mewujudkannya.
Sahabat !,… Empat tahun lamanya kita bersama menempuh suka dukanya perjalanan hidup.
Rangkaian waktu yang relative menurut einstein “bisa berarti lama dan bisa pula terlampau singkat” Satu penyebabnya jelas,…bahwa  kita hanya bisa menerima sebuah kenyataan dari kisah ketidakberdayaan yang menimpa cinta kita

Sahabat….!
Andai saja Kota karang ini memiliki ratusan bahkan ribuan sekolah
Mungkin kita tak bertemu seperti itu.
Hingga rasa kangen ini takan terus menyiksa aku dari waktu kewaktu
Manakala aku harus melewati simpang jalan tempat antara kau dan aku mengekalkan janji.

Kita sangat begitu dekat….
Namun kini,..bisa mengingatmu dan memiliki bayangmu saat ini
Sudah cukup indah dan sangat berarti diperjalanan hidupku.
Karna engkau telah mengukir kisah yang tak dapat tergantikan

Sahabat….! Tapi aku sangsih,…..
Adakah rentang waktu yang begini panjang, Masih mengekalkan rasa kangen dan setiamu padaku…?
Rindupun kau pada ku, masihkah salalu hadir, Seperti bilangan hari-hari kita sebelumnya……?

0 komentar

Posting Komentar