Jika para pemimpin militer mengubah dunia dengan senjata dan para ilmuwan
dengan temuan baru, lalu apa yang kita perbuat.............? Mungkin kita cukup dengan pena kita menulis untuk pengubah dunia.
Jadi bukan hal yang tidak
mungkin jika kita mencegah bahkan mengobati kerusakan/persoalan dengan sebuah
tulisan. Michael Crichton menyatakan “Sebuah karya akan memicu inspirasi.
Teruslah berkarya. Jika Anda berhasil, teruslah berkarya. Jika Anda gagal, teruslah
berkarya. Jika Anda tertarik, teruslah berkarya. Jika Anda bosan, teruslah
berkarya.” Tulisan adalah sebuah karya, jadi tulisan juga memicu sebuah
inspirasi, bukankan sebuah inspirasi jugalah yang mampu merubah dunia. Jadi
mari menulis untuk merubah kebiasaan dunia untuk melindungi kesatuan bangsa
kita.
"Jangan mengambil apapun kecuali gambar, Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, Jangan membunuh apapun kecuali waktu"
Sangat masuk akal memang jika kita merenungkan tiga kalimat di atas. Hakikat dari seorang pecinta sejati adalah orang yang
mencintai orang lain seperti ia
mencintai dirinya sendiri , dalam artian menjaga keutuhan bangsa, dan tidak merusaknya. Akan tetapi fakta bicara
lain. Hampir di setiapdaerah selalu saja nilai-nilai luhur bangsa yang
telah ditanam oleh pahlawan-pahlawan kita semakin terkikis. Hal ini menimbulkan berbagai persoalan dan
pertikaian. Lalu
di mana bukti rasa cinta kita terhadap jasa para
pahlawan kita?
Tentu tidak adil jika kita hanya menghakimi para pembuat masalah maupun kegaduhan sebagai pelaku dari kotornya keadaan, sementara kita sendiri hanya mampu melihat dan tak berbuat apa-apa. Mencintai dan melestarikan
nilai dari sebuah perjuangan bangsa oleh para ksatria yang gugur dimedan
pertempuran bukan sekedar menikmati keindahannya sebagai
konsumsi pribadi, tapi lebih sebagai kepedulian untuk mempertahankannya sampai kapanpun.
Bumi semakin sekarat. Panasnya bumi terasa menyengat dan membakar,
cuaca sulit diprediksi, bencana tidak kunjung henti melanda dan terus berulang
dan tidak kunjung berhenti, hutan semakin rusak dan semakin terkikis, manusia,
satwa serta tumbuh-tumbuhan kian sulit bertahan secara berlanjut. Semua makhluk
hidup di bumi dihadapkan dengan berbagai tantangan dan persoalan terkait
keadaan bumi kita saat ini yang sakit akut akibat perbuatan dan perilaku
manusia.
Refleksi, perbuatan nyata dan berbagai
langkah menjadi pilihan. Fakta dan realita saat ini, manusia semakin tidak
bersahabat dengan sesamanya demikian juga manusia berprilaku dengan keadaan. Sadar atau
tidak sadar sikap dan perilaku kita terhadap bangsa menunjukkan ketidakserasian lagi,
penghargaan bagi para pahlawan mulai memudar. Manusia semakin sulit untuk menghargai adat, budaya
dan tradisi yang sedikit banyak memiliki andil. Banyak fakta yang menjadi contoh nyata yang
menggambarkan bangsa kita mengalami sakit parah, semakin sekarat akibat perilaku-perilaku manusia
yang kelihatan dan tidak kelihatan.
Perilaku manusia yang semakin sulit untuk bersahabat dengan dirinya sendiri bahkan terhadap sesama terlihat jelas ketika manusia sudah
tidak bijaksana dan tidak peduli lagi dengan perjuangan para pahlawan kita. Tak heran lagi jika semakin
menumpuk/bertambahnya masalah/pertikaan menjadi tanda semakin berkurangnya kesadaran manusia. Sehingga tidak jarang kalau pertikaian
selalu saja tidak
terlepas dari kehidupan manusia.