Mohon Maaf apabila apa yang saya tampilkan dalam keadaan apa adanya saya usahakan tampil sederhana demi perubahan yang sederhana. Maka saya memulainya dengan cara sederhana

Senandung Cinta Di Pulau Timor

siapakah gerangan yang merajut senja diujung cinta untuk rembulan masa lalu yang melintasi musim yang terus gerganti melewati garis-garis tangan dipangkuan pertiwi sebelum kita sampai juga pada kesejukan yang selalu memberi kami kehausan dari gelas para pecinta.

Akhir Sebuah Perjalanan

Beningnya air matamu itu kini menjadi telaga kesedihan dalam hatiku yang terluka

Untuk Sebuah Nama

Seperti rintik hujan yang masih membekas diremangnya air danau batur,seperti itu pula sakitku yang masih terasa.

Kita Pernah Begitu Dekat

Perasaan cinta yang kita renda saban hari,Akhirnya gugur perlahan namun pasti sarupa daun kering yang berserakan disepanjang jalan adisucipto.

Beta Anak Kupang

Nikmatilah pemandangan indah pada malam hari di sepanjang trotoar jalan El Tari Kupang sambil makan jagung bakar diiringi lagu Bae Sonde Bae Tanah Timor Lebe Bae.

Tentang Kau dan Aku

Setetes air mata ini tak mau aku jadikan alasan agar engkau tetap ada di sampingku.

Catatan Pak Tani

Sekiranya kita takan menjadi buta ketika melihat kesalahan orang lain namun berada dalam terang saat melihat kesalahan diri.

Kamis, 29 Januari 2015

Pertanyaan sebuah Cinta


Setiap generasi terdahulu, pasti ingin mengisahkannya lagi tentang sebuah kisah lama yang penuh berjuta kenangan.
Dan setiap generasi masa kini, sangat rindu akan kisah itu.
Mungkin bukan hanya mendengar namun melihat akan sebuah kekuatan cinta sebab "Pedangpun takan sanggup memtuskan karena dengan kekuatan cinta pedang dapat di buat"

Air bisa menjalankan perahu dan bisa juga menenggelamkannya. begitupula kehidupan.
Suka dan duka pasti ada. semuanya adalah bumbu kehidupan.
Tapi, bisakah kita saling mencintai tanpa harus ada pertemuan, tanpa harus ada janji dan bahkan tanpa kebersamaan?
Sungguh kegagalan itu bagai hujan dan keberhasilan itu bagai matahari, namun butuh keduanya untuk bisa melihat pelangi.

Meski kita tahu bahwa ada alasan untuk kecewa tapi jadikanlah SABAR sebagai PERAHU dan IKHLAS sebagai DAYUNGnya dalam merangkul kebahagiaan.
karena suatu saat kita akan menemukan intan permata dari bongkahan batu yang terlihat begitu berat. 
Memory yang kita pahat pada dinding kenangan adalah rumah tempat kita kembali berteduh dari reruntuhan musim.