Puluhan bahkan
ratusan tahun yang
lalu, setiap daerah terkenal
dengan julukan-julukan tren
sesuai kekhasan daerah
tersebut.. Kegandrungan itulah
merasuk setiap generasi penerus untuk menjuluki daerahnya dengan kekhasan yang
ada. Seperti pulau
Flores dikenal dengan
sebutan pulau Komodo, pulau Alor dikenal dengan sebutan
pulau Kenari, dan pulau Timor dikenal dengan
sebutan pulau Wangi Cendana.
Untuk
mengangkat flora identitas Nusa Tenggara
Timur dipermukaan dunia, maka generasi
yang ada di
pulau Timorpun menamai
satau-satunya sebuah Universitas Negeri yang dikenal dengan Universitas Nusa Cendana. Namun sangat
disayangkan manakala perlahan namun
pasti bahwa kekhasan yang ada di Pulau Timor kini terancam punah.
Setiap generasi terdahulu pasti ingin mengisahkannya
lagi tentang sebuah kejayaan negerinya
dan setiap generasi masa kini sangat rindu akan kejayaan itu, naman mana tahu,
kalau sebuah adigium dari negeri jiran berkata “Perjalanan yang bermil-mil,
hanya ditentukan oleh satu langkah” mengingatkan
kita kembali terhadap semua masalah-masalah yang telah terjadi baik itu tindakan kita maupun kebijakan-kebijakan yang sudah terjadi dimasa
lampau. Apa boleh buat, kalau aroma primadona itu tinggal sebuah kenangan yang
mengisi cerita hikayat masa lampau untuk generasi masa kini.
Kini, ditengah
gejolak kepunahan tanaman CENDANA yang dibanggakan itu, Tuhan memberikan lagi
sebuah pohon emas, yang uniknya pohon ini
sudah sering dikonsumsi sejak turun temurun oleh masyarakat di pulau Timor yaitu
pohon KELOR atau dengan sebutan orang
kupang “MARUNGGA”.
Mulai dari daunnya, lalu kulit batang, buah dan bijinya,
telah diteliti oleh para pakar sejak tahun 1980. Organisasi kesehatan dunia WHO
menobatkan pohon kelor sebagai miracle tree setelah melakukan penelitian dan
mengetahui manfaat daun kelor lah yang berjasa sebagai penjaga kesehatan yang
bisa didapatkan dengan harga murah selama 40 tahun pada negara-negara termiskin
di dunia ini.
Kelor mengandung 40 antioksidan dan 90 jenis nutrisi berupa vitamin essensial, mineral, asam amino, anti penuaan, dan anti inflamasi. Kelor juga mengandung 539 senyawa yang dikenal dalam pengobatan tradisional di India dan Afrika serta telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mencegah lebih dari 300 penyakit.
Sebuah adigium yang berkata “Patah Tumbuh Hilang Berganti’ ternyata sangat tepat untuk kondisi yang ada di Nusa Tenggara Timur,..mana kala pohon cendana yang sangat dibanggakan itu tinggal cerita, maka hadirlah pohon kelor yang menjadi pohon ajaib bagi masyarakat di Timor.


0 komentar
Posting Komentar