Mohon Maaf apabila apa yang saya tampilkan dalam keadaan apa adanya saya usahakan tampil sederhana demi perubahan yang sederhana. Maka saya memulainya dengan cara sederhana

Minggu, 29 Maret 2015

CENDANA KU MALANG, KELOR KU SAYANG

Puluhan  bahkan  ratusan  tahun  yang  lalu, setiap  daerah  terkenal  dengan  julukan-julukan  tren  sesuai  kekhasan  daerah  tersebut..  Kegandrungan itulah merasuk setiap generasi penerus untuk menjuluki daerahnya  dengan kekhasan  yang  ada.  Seperti  pulau  Flores  dikenal  dengan  sebutan  pulau  Komodo, pulau Alor dikenal dengan sebutan pulau Kenari, dan pulau Timor dikenal dengan  sebutan  pulau  Wangi Cendana. 
Untuk mengangkat flora  identitas  Nusa Tenggara  Timur dipermukaan dunia, maka generasi  yang  ada  di  pulau Timorpun menamai satau-satunya sebuah Universitas Negeri yang dikenal dengan   Universitas Nusa Cendana. Namun sangat disayangkan manakala perlahan namun  pasti bahwa kekhasan yang ada di Pulau Timor kini terancam punah.
Setiap  generasi terdahulu pasti ingin mengisahkannya lagi tentang sebuah  kejayaan negerinya dan setiap generasi masa kini sangat rindu akan kejayaan itu, naman mana tahu, kalau sebuah adigium dari negeri jiran berkata “Perjalanan yang bermil-mil, hanya ditentukan oleh satu langkah” mengingatkan kita kembali terhadap semua masalah-masalah yang telah terjadi baik itu  tindakan kita maupun  kebijakan-kebijakan yang sudah terjadi dimasa lampau. Apa boleh buat, kalau aroma primadona itu tinggal sebuah kenangan yang mengisi cerita hikayat masa lampau untuk generasi masa kini.
Kini, ditengah gejolak kepunahan tanaman CENDANA yang dibanggakan itu, Tuhan memberikan lagi sebuah pohon emas,  yang uniknya pohon ini sudah sering dikonsumsi sejak turun temurun oleh masyarakat di pulau Timor yaitu  pohon KELOR atau dengan sebutan orang kupang “MARUNGGA”.
Mulai dari daunnya, lalu kulit batang, buah dan bijinya, telah diteliti oleh para pakar sejak tahun 1980. Organisasi kesehatan dunia WHO menobatkan pohon kelor sebagai miracle tree setelah melakukan penelitian dan mengetahui manfaat daun kelor lah yang berjasa sebagai penjaga kesehatan yang bisa didapatkan dengan harga murah selama 40 tahun pada negara-negara termiskin di dunia ini.

Kelor mengandung 40 antioksidan dan 90 jenis nutrisi berupa vitamin essensial, mineral, asam amino, anti penuaan, dan anti inflamasi. Kelor juga mengandung 539 senyawa yang dikenal dalam pengobatan tradisional di India dan Afrika serta telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mencegah lebih dari 300 penyakit.

Sebuah adigium yang berkata “Patah Tumbuh Hilang Berganti’ ternyata  sangat tepat untuk kondisi yang ada di Nusa Tenggara Timur,..mana kala pohon cendana yang sangat  dibanggakan itu tinggal cerita, maka hadirlah pohon kelor yang menjadi pohon ajaib bagi masyarakat di Timor.

0 komentar

Posting Komentar