Mohon Maaf apabila apa yang saya tampilkan dalam keadaan apa adanya saya usahakan tampil sederhana demi perubahan yang sederhana. Maka saya memulainya dengan cara sederhana

Senandung Cinta Di Pulau Timor

siapakah gerangan yang merajut senja diujung cinta untuk rembulan masa lalu yang melintasi musim yang terus gerganti melewati garis-garis tangan dipangkuan pertiwi sebelum kita sampai juga pada kesejukan yang selalu memberi kami kehausan dari gelas para pecinta.

Akhir Sebuah Perjalanan

Beningnya air matamu itu kini menjadi telaga kesedihan dalam hatiku yang terluka

Untuk Sebuah Nama

Seperti rintik hujan yang masih membekas diremangnya air danau batur,seperti itu pula sakitku yang masih terasa.

Kita Pernah Begitu Dekat

Perasaan cinta yang kita renda saban hari,Akhirnya gugur perlahan namun pasti sarupa daun kering yang berserakan disepanjang jalan adisucipto.

Beta Anak Kupang

Nikmatilah pemandangan indah pada malam hari di sepanjang trotoar jalan El Tari Kupang sambil makan jagung bakar diiringi lagu Bae Sonde Bae Tanah Timor Lebe Bae.

Tentang Kau dan Aku

Setetes air mata ini tak mau aku jadikan alasan agar engkau tetap ada di sampingku.

Catatan Pak Tani

Sekiranya kita takan menjadi buta ketika melihat kesalahan orang lain namun berada dalam terang saat melihat kesalahan diri.

Jumat, 26 Agustus 2016

Pemilik Air Mata

Seutas kata dalam kisah kehidupan
Menjadi  senandung  penyayat hati  
Hasrat menyingkapkan tabir keraguan 
Akan cinta di ladang hati

Kemarau hati terguyur sudah 
Di hembus angin terseret arus
Kucoba berkaca pada jejak yang ada
Hanya coretan dinding jiwa

Tatkala getar-getar bibir hayat

Tak lagi bisa mengungkap rasa
Sepotong hati Bertanya slalu
Siapakah Pemilik air mata ini?

Masih Tersimpan

Dulu kita pernah bersama
Merajut mimpi-mimpi indah
Banyak kisah kita jalani lewati sang waktu
Yang  s’lalu tersimpan di hati

Dulu kita saling Percaya
Diatas lapangnya hati
Satu ceritra yang pernah ada
Yang masih tersisa dijiwa

Kini semua ceritra indah
Jadi kenangan di hati
Karena engkau telah berlalu
Membawa semua mimpi 
Yang pernah kita satukan
 
Kuberjanji kepadamu untuk setia
S’lalu menyayangimu seumur hidup
Dan aku tegar berdiri karena kau pernah ada
Di hatiku, di hidupku

Kamis, 25 Agustus 2016

Beta Anak Kupang

Kupang merupakan ibukota propinsi Nusa Tenggara Timur, letaknya di pulau Timor, pulau dimana Indonesia berbagi wilayah dengan Timor Leste.  Dari Jakarta, Kupang bisa ditempuh dalam waktu sekitar empat jam naik pesawat.
    Bagi yang berkesempatan untuk berkunjung ke Kupang dan punya banyak waktu untuk menjelajah, maka bisa menyeberang ke pulau-pulau terdekat seperti pulau flores disana ada komodo,.pulau Rote,.. ada alat musik sasandonya yang indah, pulau paling selatan di wilayah Indonesia atau ke pulau Alor dengan kenari dan jagung titinya,
Bila anda berkesempatan datang ke kota KUPANG, jangan lupa berkunjung ke Gereja tua di kota Kupang,
air terjun Oenesu, pantai Toblolong, Indahnya Tilong Dam, senja di pantai Lasiana, ikan bakar di Kampung Solor, Jagung Bose bersama daging SE’I dan jangan lupa  berbelanja oleh-oleh di toko SUDI MAMPIR.
      Tentang makanan, Kupang memiliki satu hidangan khas disebut JAGUNG BOSE. Sekilas penampilannya seperti bubur kacang hijau, tetapi ternyata rasanya gurih dan bukan manis. Jagung Bose terdiri dari jagung putih, kacang hijau dan kacang merah/kacang tanah yang dimasak dengan santan,  makanan khas Kupang lainnya yang hanya bisa ditemukan di sini adalah Se’i–daging sapi/ikan yang digarami dan diasapkan.
        Nikmatilah pemandangan indah pada malam hari di sepanjang trotoar jalan El Tari banyak berderet para pedagang kaki lima yang berjualan jagung bakar dan bubur kacang hijau, sambil mendengarkan lagu Bae Sonde Bae Tanah Timor Lebe Bae.

Bagi basodara anak kupang yg ada di luar daerah,…pasti begitu rindu ingin cepat pulang karena KUPANG sonde ke Dolo lai….heeee