Rasa hati tak lagi berpalung
Bukan pula ombak yang bisa menerjang semua penghalang
Aku hanyalahserpihan karang yang tumbang dalam bimbang
Ketika CINTA Harus Memilih,..Disana Ada Dua BAYANGAN Dalam Satu Cermin
siapakah gerangan yang merajut senja diujung cinta untuk rembulan masa lalu yang melintasi musim yang terus gerganti melewati garis-garis tangan dipangkuan pertiwi sebelum kita sampai juga pada kesejukan yang selalu memberi kami kehausan dari gelas para pecinta.
Beningnya air matamu itu kini menjadi telaga kesedihan dalam hatiku yang terluka
Seperti rintik hujan yang masih membekas diremangnya air danau batur,seperti itu pula sakitku yang masih terasa.
Perasaan cinta yang kita renda saban hari,Akhirnya gugur perlahan namun pasti sarupa daun kering yang berserakan disepanjang jalan adisucipto.
Nikmatilah pemandangan indah pada malam hari di sepanjang trotoar jalan El Tari Kupang sambil makan jagung bakar diiringi lagu Bae Sonde Bae Tanah Timor Lebe Bae.
Setetes air mata ini tak mau aku jadikan alasan agar engkau tetap ada di sampingku.
Sekiranya kita takan menjadi buta ketika melihat kesalahan orang lain namun berada dalam terang saat melihat kesalahan diri.