Mohon Maaf apabila apa yang saya tampilkan dalam keadaan apa adanya saya usahakan tampil sederhana demi perubahan yang sederhana. Maka saya memulainya dengan cara sederhana

Rabu, 03 September 2014

Tentang Kau dan Aku

Aku bangga mengenal dirimu. meski itu kini hanya sebuah impian semusim. 
Terima Kasih karena engkau masih mau menjadi sahabat baikku… Aku bersyukur, sangat bersyukur walaupun engkau telah mengkhinati cintaku, tapi aku masih setia menunggu bahkan tetap menyayangimu…yang aku sesalkan, mengapa engkau tak menyadari akan semua itu.
Aku sungguh sangat menyesal, sangat-sangat menyesal……kalau engkau telah menyia-nyiakan kasih sayangku tanpa pamrih untukmu.
Maafkanlah aku, kalau Kesetiaanku Kini Menyiksa Hatimu Dari Waktu Kewaktu.
Bukankah telah aku katakan kalau aku telah memaafkanmu sebelum engkau meminta itu dariku.???
Ku Akui, Ada rasa kehilangan yang sangat saat kau tak ada dalam waktu ku. Perasaan rindu mulai menghuni relung kalbuku. namun janji manis yang kau ucapkan musim semi tahun kemarin, terasa sakit,dan itu tiba-tiba menyusup di hatiku.
Dipundakmu ingin kubagi duka ini, namun tatkala mimpi itu berakhir aku sadari kalau tak cukup hanya dengan CINTA,..karena ketika cinta harus memilih, ada dua banyangan dalam satu cermin. 
Dihatimu kuingin berlabuh selama mungkin, dan itu bukan impian semusim,..tapi kini cintaku telah kau lupakan hingga aku hanya bisa melantunkan sesal.
Setetes air mata ini, tak mau aku jadikan alasan agar engkau tetap ada di sampingku,...namun ika engkau sahabat baikku, semestinya engkau ada tanpa aku harus memintanya.

0 komentar

Posting Komentar